Latee Putra-Dalam sejarah tercatat tanggal 8 Dzulhijjah tatkala Ibrahim menerima wahyu berupa mimpi bahwa ia harus menyembelih putranya, Ismail, atas perintah Allah Swt. Setelah ia menceritakan mimpinya kepada putranya, Ismail menerima dengan lapang dada permintaan ayahnya jika memang itu perintah dari Allah. Ternyata Allah hanya ingin menguji keimanan Ibrahim. Singkatnya allah mengganti Ismail yang nyaris disembelih dengan seekor domba.

Lain lagi dengan sejarah para santri, khususnya santri Annuqayah Latee. Tanggal 8 Dzulhijjah bagi mereka begitu lekat dengan awal liburan Iduladha. Inilah momen yang mereka tunggu untuk berkumpul dengan keluarga dan sanak famili.

Namun, tahun ini mereka harus merelakan itu semua. Pasalnya, lebaran Iduladha, Jumat (31/07/20), tahun ini harus mereka rayakan di pondok bersama teman, bukan lagi bersama keluarga. Memang banyak kenangan bersama keluarga yang harus direlakan. Tapi semua itu perannya digantikan oleh kebersamaan dengan teman.

Suasana itu mulai mereka rasakan semenjak kemarin. Buka puasa bersama dengan nasi bungkus yang dibagikan keluarga dhalem. Takbir menggema di berbagai tempat, di masjid, musala, hingga bilik-bilik kecil di pesantren Latee. Tidak biasanya memang, namun hal tersebut sukses membangun suasana rumah yang guyub.

Salat Iduladha dilaksanakan di dua tempat. Yakni dilaksankan di Masjid Jamik Annuqayah, untuk santri putra, dan di halaman kampus Instika untuk santri putri.

Ada banyak kesan yang dirasakan para santri. Sebagian merasa senang karena bisa berkumpul dengan teman setelah lama tak jumpa. Banyak pula yang masih teringat akan keluarganya.

“Di rumah saya bisa kumpul bareng keluarga, juga silaturrahim ke rumah saudara,” ujar seorang santri.

“Kalau di rumah bisa main kembang api,” kata seorang lainnnya.

Sekalipun lebaran di pondok aja, tak menutup kemungkinan santri untuk bersua dengan orang tua dan saudara mereka. Sebab, kunjungan yang semula dibatasi karena pandemi, untuk saat ini dan empat hari kedepan dibuka seperti biasa dengan tetap mamatuhi protokol Covid-19. Jadi, bapak, ibu, handai-taulan tak perlu khawatir untuk mengunjungi putra-putrinya, tentunya dengan beberapa tusuk sate dan olahan daging kurban lainnya.(rq)

Iduladha; Kenangan dan Kebersamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *