Latee II- Lembaga Jam’iyah Qira’atul Kutub (JQK) gelar acara Wisuda dan I’lan kitab Nubdzatul Bayan pada Jumat malam (24/11/2021). Acara ini merupakan acara tahunan yang mana menjadi wisuda terakhir karena pada tahun berikutnya lembaga JQK akan menerapkan pembelajaran kitab yang berbeda, seperti Kitab Amtsilati, Imrithi, Alfiyah Ibnu Malik dan lain sebagainya.
Panitia acara tersebut terdiri dari 6 lembaga Latee II, Seperti lembaga RLA (Raudhatul Lughah Al-Arabiyah), FLP (Forum Lingkar Pena), JTQ (Jami’iyah Qira’atul Qur’an), dan lain sebagainya. Disaksikan oleh seluruh pengasuh Latee II dan mengundang beberapa anggota cabang, perwakilan 9 Rayon, Pengurus Madal, Pengurus Pusat, dan seluruh anggota Lembaga.
Namun karena terkendalanya dekorasi yang tak kunjung selesai, hingga menjadi penyebab molornya acara, beberapa pengasuh pun tidak hadir dengan beberapa alasan, dan pengunduran waktu pelaksaan acara menjadikan acara ini penuh dengan suka dan duka. Akan tetapi, setelah berakhir sekitar pukul 01.00 WIB, dengan penuh perjuangan para panitia, para wisuda dan mu’linah menghadirkan kenangan yang cukup mengesankan.
Acara ini diisi dengan pembukaan, sambutan-sambutan, pembacaan Tilawatil Qu’ran oleh Qarina Fitri Auliya, Shalawat oleh Unzilatun Ni’mah dan kawan-kawan, pengesahan 5 Wisudawati dan 17 Mu’linah oleh Ustd. Syarif Shaleh, kemudian dilanjutkan dengan lain-lain yang diisi dengan Melodi oleh beberapa anggota lembaga JQK.
“Dengan adanya Wisuda ini, kita bisa lebih giat mempelajari Kitab lebih khususnya kitab turats, tidak hanya mendalami satu kitab saja, akan tetapi beberapa kitab, bahkan kita bisa mempelajari bahasa Arab lebih dalam dan kita bisa memaknainya dengan bahasa Inggris itu sangat bagus,” tutur K.H Hanif Hasan dalam sambutannya tadi malam. Hal itu selaras dengan ucapan Nihalun Nada salah satu anggota lembaga RLA yang turut hadir.“Acara ini cukup menyemangati saya untuk terus mendalami kitab turats, acaranya cukup lama, tapi tidak membuat saya bosan.”
Ada beberapa harapan dari terselnggaranya acara ini, salah satunya adalah membangkitkan semangat belajar santri terlebih khususnya kitab Turats, sehingga lahir generasi-generasi Kutubi yang agamis. (N.H)