Latee II- Kamis Pagi  (23/12) merupakan kali ketiga salah satu program Departemen Pendidikan dan Pengembangan Intelektual (DPPI) PP. Annuqayah Latee II direalisasikan. Pengpengajian  kitab Itmam Ad-Dirayah Li Qurra Annuqayah karya Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi ini sebenarnya merupakan salah satu program rumah cerdas selain program pengembangan talent dan diskusi dari tahun ke tahun. Program ini mulai diaktifkan sejak tanggal 9 Desember 2021 dan diadakan rutin setiap hari Kamis pagi di Musala Ar-Rahmah. Berbeda dari tahun kemarin, rumah cerdas tahun ini lebih difokuskan kepada pengpengajian  kitab. Karena ketika berkaca pada tahun sebelumnya, pengpengajian  kitab lebih banyak mendapat respons positif dari mahasiswa Pondok Pesantren Annuqayah Latee II.

            Untuk tahun ini pengurus DPPI Pondok Pesantren Annuqayah Latee II sepakat untuk memfokuskan rumah cerdas pada pengpengajian  kitab saja. Hal tersebut dikarenakan tingginya respon positif dan partisipasi aktif dari mahasiswa P2AL II. Selain itu, jumlah dilaksanakannya pengajian  kitab Itmam Ad-Dirayah Li Qurra Annuqayah selama ini cenderung sebentar, hanya 4-5 kali pengajian  dalam setiap periode. Dilaksanakan dua kali dalam satu bulan pada setiap hari Kamis. Sedikitnya durasi pertemuan tersebut tidak lain karena kesibukan dan banyaknya program kerja pengurus DPPI PP. Annuqayah Latee II yang masih belum terealisasikan.

            Oleh sebab itu, pengurus DPPI Latee II meminta izin kepada KH. Ach. Maimun Syamsuddin selaku pengampu pengajian untuk mengisi pengajian  setiap minggu di hari Kamis mulai pukul 07:00 s.d. 09:00 WIB. Respons positif dari seluruh pihak membuat pengurus DPPI PP. Annuqayah Latee II semakin bersemangat untuk merealisasikannya. Apalagi ditambah dengan sambutan antusias mahasiswa P2AL II ketika pelaksanaan pengajian  kitab berlangsung. Hal ini terbukti dengan penuhnya Musala Ar-rahmah bahkan sejak pengajian  belum dimulai hingga selesai.

            Kendati demikian, kegiatan pengajian  kitab tersebut masih mendapat keluhan dari beberapa mahasiswa Institut Sains Teknologi (IST) Annuqayah. Mereka mengaku bahwa pengajian  kitab tersebut tidak bisa diikuti oleh mahasiswa IST. Sebab hari kamis khusus Institut Sains Teknologi (IST) Annuqayah tetap tidak libur kuliah. Jadi cukup banyak mahasiswa IST yang tidak bisa mengikuti pengajian  dan hal ini sangat disayangkan.

            “Untuk masalah waktu pengajian  kitab bagi mahasiswa IST, kami masih belum bisa menemukan solusi yang tepat. Sebab waktu libur mahasiswa IST dan INSTIKA berbeda. Selebihnya kami sudah merasa cukup puas atas partisipasi aktif mahasiswa latee II. Semoga semangat mereka tidak hanya ada di awal saja, namun juga terus bertahan hingga akhir bulan. Karena dengan hal ini kami sangat ebrharap dapat mencetak generasi intelektual mahasiswa Latee II,” tutur Ustazah Qurratul Uyun. (Sari/Lida)

Pengurus Departemen Pendidikan dan Pengembangan Intelektual P2AL II Fokus Pada Program Pengajian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *