Latee-Musyawarah Besar (Mubes) yang merupakan acara pemilihan bakal calon ketua pengurus dan laporan akhir kegiatan dilaksanakan Sabtu malam (19/03) di Musala Latee sejak pukul 20:00 WIB dan selesai pada pukul 23:15 WIB. Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran Pengasuh Pondok pesantren Annuqayah Latee, antara lain KH. Abd. A’la Basyir, Dewan Pengasuh K. M. Hazmi Basyir beserta beberapa jajaran Majelis Pertimbangan Pengurus (MPP). Selain itu, Peserta Mubes sendiri terdiri dari pengurus Departemen, Pengurus Rayon, Pengurus Divisi, dan Pengurum Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Selain pengurus Departemen dan Rayon maupun BUMP, Pengurus Divisi juga diundang.

            pada acara tersebut, Affan Ibnu Khalid selaku Ketua Panitia Khusus meluruskan makna Mubes dalam sambutanya. “Mubes adalah pemilihan ketua pengurus, tidak salah memang, namun yang lebih luas adalah Mubes adalah laporan akhir kegiatan dan pemilihan bakal calon ketua pengurus.” Santri senior yang menjabat sebagai pengurus Departemen Pendidikan dan Madrasah Diniyah ini menambahkan agar para pemilik hak suara untuk memilih secara objektif. “Pemilihan ini bukanlah ditujukan untuk komunitas dan lainya namun untuk masa depan Latee ke depanya.” Ujarnya. Abdul Aziz S.Ag. selaku Ketua Pengurus Periode 2020/2022 yang pada malam itu membaca laporan pertanggung jawaban ditemani oleh Nuril Qomarizzamanil Fain S.Pd. sebagai Sekretaris dan Mahbubi S.E. sebagai Bendahara.

            KH. Abd. A’la berpesan bahwa Ketua Pengurus di Latee tidak pernah kursus kepemimpinan, namun jangan sampai alasan itu dijadikan sebagai alasan untuk tidak berkhidmat. “saat ini adalah watunya belajar, modal utama adalah berkhidmat, ngabuleh (red: ngabdi). Jadi, tidak ada alasan untuk mengatakan saya tidak punya kapasitas dalam ini (red: kepengurusan)” Dawuh beliau. Beliau juga menambahkan bahwa santri seharusnya menunjukkan ke-tawadu’-an. “Jadi saya pribadi kurang setuju dengan istilah kalau mahasiswa itu berubah mahasantri.” Tambah Putra Kedua KH. Ahmad Basyir AS tersebut.

Namun, Syaiful Hukama’ yang juga merupakan peserta yang berhak mencoblos menyayangkan waktu yang sedikit molor dari jadwal awalyang disepakati. “tadi malam adalah momentum yang spesial, karena hanya tadi malam semua pengurus dari seluruh hierarki kepemimpinan Latee berkumpul, walaupun waktu dimulainya acara tidak sesuai jadwal.” Ujar Pengurus Departemen Peribadatan, Takmir dan SKIA tersebut. Fakhruz Zain, undangan Mubes dari perpustakaan berharap agar ketua pengurus terpilih bisa mengemban amanah semaksimal mungkin. (Alif As.)

Selenggerakan Musyawarah Besar 2022, P2AL Gelar Laporan Akhir Kegiatan dan Pemilihan Bakal Calon Ketua Pengurus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *