Latee II- Pondok Pesantren Annuqayah Latee II melaksanakan acara Pembukaan Aktivitas & Peringatan Hari Besar Islam pada Sabtu malam (30/07). Dengan dilaksanakannya acara tersebut maka seluruh kegiatan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee II resmi dimulai, khususnya yang bersifat seremonial atau ekstrakurikuler. Sebagaimana disampaikan dalam sambutan Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II Masa Khidmat 2022/2024, Ustazah Millatul ‘Athiyah.
Ustazah Millatul ‘Athiyah juga menyampaikan ucapan selamat tahun baru Islam bagi seluruh hadirin, dengan harapan santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee II dapat memperbaharui semangat dan niat agar menjadi pribadi yang lebih baik. Apalagi acara ini juga digelar dalam rangka mengingat dan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di bulan Muharram, seperti dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan, diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari api raja Namrud, dan pembebasan Nabi Yusuf AS dari penjara.
Acara ini dilaksanakan di halaman MA I Annuqayah Putri dengan dihadiri oleh pengasuh dan seluruh santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee II. Pukul 20.30 WIB Master of Ceremony yakni saudari Mita Audatia Pradista Dewi mulai membacakan rentetan acara, diantaranya adalah ceramah keagamaan oleh KH. Muhammad Khalilullah MZ, dan pengenalan perubahan atau pengadaan program kerja tambahan pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II Masa Khidmat 2022/2024.
Program kerja tambahan tersebut diantaranya ialah program tes baca kitab bagi kelas akhir sebagai persyaratan wisuda, dan hafalan wajib bagi seluruh santri. Baik hafalan SKIA maupun Al-Amtsilah at-Tashrifiyah untuk kelas 1-2 Awwaliyah, Nazham Maqsud untuk kelas 3 Awwaliyah, Nazham Imrithi untuk kelas 4-5 Awwaliyah, dan Nazham Alfiyah Ibnu Malik untuk kelas 1-2 Wustha.
Salah satu topik yang disampaikan oleh KH. Muhammad Khalilullah MZ ialah tentang mengabdi dan mencari ilmu dengan sanad yang jelas. Seperti Imam Syafi’i yang berpesan kepada para pencari ilmu agar terlebih dahulu membersihkan hati seperti dengan membaca Al-quran, dan Tawasul. Kemudian menggunakan bekal yang halal, doa kedua orang tua dan rida guru. (Syarma/K.A)