Latee II- 10 Muharam menjadi momentum para santri untuk menguatkan ukhwah dengan buka bersama. Sebagaimana terlihat di kamar-kamar, halaman, dan sekitar Pondok Pesanten Annuqayah Latee II pada Senin (08/08/2022). Kegiatan ini berlangsung setiap tahun atas inisiatif para santri. Mereka duduk melingkar lesehan bersama sehingga menambah nilai kekompakan. Bahkan ada juga yang makan bersama hanya dengan beralaskan plastik. Hal tersebut menggambarkan nilai kepesantrenan yang sangat kental berupa kebersamaan, kekeluargaan dan kesederhanaan.

Tidak hanya itu, momen buka puasa seperti ini hanya bisa didapatkan di pesantren sehingga menjadi kenangan tersendiri bagi para santri. Seperti yang diungkapkan oleh Nuril Kamiliyah, salah satu santri Pondok Pesantren Annuqayah Latee II “Momen buka bersama dengan teman-teman seperti ini tidak bisa didapatkan di rumah. Di pesantren, hampir setiap ada momen puasa sunnah, para santri kompak semangat berpuasa. Bisa dikatakan, hal-hal seperti ini sudah membudaya di pesantren.”

Selain itu 10 Muharam juga identik dengan berbagi. Cukup banyak santri yang memberikan makanan ringan, nasi bungkus, serta takjil kepada teman-temannya. Baik karena mendapat kiriman dari keluarga di rumah ataupun membeli sendiri. Hal ini merupakan upaya menebar kebaikan dan memberikan energi positif, sehingga para santri mendapatkan pelajaran agar tidak hidup individual.

Selain para santri, pengurus pesantren juga turut menyemarakkan 10 Muharam. Seperti Pengurus Departemen Pendidikan dan Pengajaran Diniyah Pondok Pesantren Annuqayah Latee II, yang  memberikan paket buka puasa berupa nasi, teh, serta takjil kepada pembimbing ngaji. “Sebenarnya tujuan kami memberikan makanan untuk berbuka puasa ialah untuk mempererat tali silaturrahmi dengan pembimbing ngaji. Agenda tersebut sudah berlangsung kurang lebih 4-5 tahun, dari masa pengurus sebelumnya,” ujar Ustazah Nur Fadilah Ahmad selaku koordinator Departemen Pendidikan dan Pengajaran Diniyah Pondok Pesantren Annuqayah Latee II.                                                                                           

Selain itu, pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II juga turut menyemarakkan 10 Muharam dengan memberikan santunan anak yatim. “Kami sengaja mengadakan kegiatan bakti sosial berupa sumbangan sukarela dari para santri untuk santunan anak yatim yang kemudian di bentuk voucher gratis SPP pondok, ” jelas Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II, Ustazah Millatul ‘Athiyah S.Pd., terkait kegiatan bakti sosial 10 Muharam.

Meski mayoritas santri melaksanakan puasa sunnah 10 Muharam, kegiatan shalat maghrib berjamaah tetap terlaksana dengan baik sebagaimana biasanya. Hal ini sangat diapresiasi oleh Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee II. “Kami sengaja tidak mengontrol ke setiap kamar untuk hadiran magrib sebagaimana biasanya, melainkan cukup mengontrol dari kantor. Takutnya para santri tergesa-gesa saat berbuka puasa. Namun Alhamdulillah , meski tidak dikontrol Musala tetap ramai dengan santri yang hadiran.

Senada dengan hal ini, pengurus Departemen Pendidikan dan Pengajaran Diniyah Pondok Pesantren Annuqayah Latee II juga mentolerir keterlambatan santri ketika berangkat diniyah pada tanggal 10 Muharam. “Kami juga memberi dispensasi kepada para santri sekitar 5 menit bagi yang terlambat. Karena kami tahu mereka hadiran terlebih dahulu. Tapi syukurnya meski terlambat tidak ada santri yang bolos, dan saya sendiri sangat bersyukur dengan hal itu,” ungkap salah satu pengurus Departemen Pendidikan dan Pengajaran Diniyah Pondok Pesantren Annuqayah Latee II. (S/NK)

Semarakkan 10 Muharam dengan Semangat Kesantrian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *