Pesantren, Pusat Pengembangan
Ilmu Pendidikan Keislaman

  •         Kemajuan sebuah negara ditentukan oleh sistem pendidikanya yang baik, karena sebagus apapun sistem keperintahannya, jika sistem pendidikannya masih jauh dari kata layak, maka negara itu akan menjadi negara terbelakang dan tidak dapat bersaing dengan negara lain, sebaik apapun infrastrukturnya. Bagaimana dengan negara kita, Indonesia? Apakah sistem pendidikan di negara kita sudah memadai?
  •       Sedikit melihat pada sejarah beberapa puluh tahun silam, Indonesia memiliki sistem pendidikan yang sangat baik. Yaitu pada masa sebelum kemerdekaan maupun sesaat setelah kemerdekaan. Pondok pesantren merupakan tempat pendidikan yang sukses untuk mencetak santri yang bisa bersaing dengan zaman. Dan terbukti, dari proses perjuangan untuk meraih kemerdekaan,   kaum santri dan para ulama  merupakan ujung tombak untuk melawan serta mengusir  para penjajah dari Nusantara.
  •        Resolusi jihad di Surabaya pada sekitar 73 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 10 November 1945 oleh KH. Hasyim Asyari, merupakan satu diantara beberapa bukti. Dari resolusi itulah Indonesia kembali memiliki harapan untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada saat itu, presiden Soekarno maminta fatwa hukum kepada ulama. Karena NU merupakan ormas islam terbesar kala itu, maka Soekarno meminta fatwa tersebut kepada pemimpin tertinggi NU, KH. Hasyim Asyari untuk mempertahankan kemerdekaan.
  •          Di sini bisa kita lihat, dari proses mengusir para penjajah hingga meraih kemerdekaan, kaum santri beserta para ulama Nusantara memiliki andil besar. Akan tetapi, dibalik sebuah pengorbanan serta semangat juang untuk menjadikan bangsa kita bangsa yang berdaulat, pendidikan merupakan satu-satunya cara yang paling ampuh untuk meraih hal tersebut. Dari pesantren, para santri disuntikkan semangat nasionalisme yang tinggi. Ini tidak terlepas dari sistem pendidikan yang baik agar para santri mendapatkan pendidikan yang layak.
  •         Menilik pada sejarah perkembangan pondok pesantren di Indonesia, bisa kita lihat sejak setelah abad ke-16 hingga sekarang. Keberadaan pondok pesantren dimulai sejak masa Wali Songo menyebarkan ajaran islam di tanah Jawa. Dalam catatan sejarah, Sunan Ampel mendirikan sebuah padepokan di Ampel Surabaya sebagai pusat pendidikan keislaman. Banyak orang Jawa, bahkan ada yang dari luar Jawa berbondong-bondong untuk menuntut ilmu agama dan mondok disana.
  •      Dari sinilah cikal bakal awal berdirinya pondok pesantren di Indonesia. Sampai sekarang, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang sukses mencetak santri yang dapat berperan aktif dalam dunia pendidikan, baik dari segi spiritual, maupun intelektual. Tidak ada lembaga pendidikan yang lebih kondusif dari segi kurikulum selain pondok pesantren, karena pondok pesantren menerapkan sistem pendidikannya selama 24 jam nonstop. Mulai bangun tidur sampai tidur lagi.
  •        Akan tetapi, yang terpenting dalam sistem pendidikan adalah hidden kurikulumnya. Disini menekankan pada kegiatan diluar kelas, semisal asrama, organisasi dan lain semacamnya. Karena dari sinilah karakter seorang santri akan dibentuk dan akan berpengaruh pada mental serta pola berpikir para peserta didik. Dan dalam pesantren,  sistem pendidikan seperti ini sudah diterapkan sejak puluhan tahun lalu, atau bahkan ratusan tahun silam.
  •         Ada banyak pola hidup di pesantren yang tidak bisa kita temukan pada lembaga pendidikan lain, seperti hubungan antara santri dengan kiai, hubungan santri dengan sesama santri serta hubungan santri dengan masyarakat. Disinilah letak perbedaan mengapa pondok pesantren begitu istimewa. Ada pula keunikan yang terdapat dalam sistem pendidikan di pondok pesantren, yaitu tentang metode pembelajarannya, seperti sorogan, wetonan serta bandongan.
  •       Secara faktual, ada beberapa bentuk pondok pesantren di Indonesia. Pertama, pondok pesantren tradisional, atau yang lebih dikenal dengan pondok pesantren salaf. Pondok pesantren seperti ini masih mempertahankan bentuk aslinya, yaitu mengajarkan kitab untuk memperdalam ilmu agama.
  •     Kedua, pondok pesantren modern. Pondok pesantren seperti ini merupakan pengembangan dari tipe pesantren. Kita lihat pada sistem yang lebih pada penggunaan kelas seperti dalam bentuk sekolah pada umumnya. Namun memiliki sedikit perbedaan, yaitu terletak pada pendidikan agama serta materi bahasa arab yang lebih menonjol.
  •          Ketiga, pondok pesantren komprehensif. Tipe pondok pesantren seperti ini menggabungkan cara-cara yang diterapkan di pondok pesantren salaf dengan pondok pesantren modern. Selain diterapkan pengajian kitab kuning, pondok pesantren komprehensif juga menerapkan sistem sekolah. bahkan, pendidikan keterampilan juga diberikan kepada para santri. Pondok pesantren seperti ini juga dikenal dengan pondok pesantren semi salaf atau semi modern.
  •      Namun, terlepas dari berbagai macam tipe pondok pesantren yang ada di Indonesia, cita-cita pondok pesantren tetaplah sama, yaitu untuk mengabdi pada negara kita, Indonesia tercinta, seperti yang telah diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu kita.

 

  •        Kita patut berbangga, karena Indonesia merupakan segelintir dari ratusan negara di dunia yang menerapkan sistem pendidikan berbasis pesantren. Bahkan ada yang mengatakan, dari Indonesialah pertama kali pesantren didirikan. Sejarah mencatat, pondok pesantren di Indonesia sudah mulai didirikan sejak sekitar lima abad yang lalu. Artinya, sebelum para penjajah memasuki bumi Nusantara, pondok pesantren memang sudah ada.

 

“Bahkan ada yang mengatakan, dari Indonesialah pertama kali pesantren didirikan. Sejarah mencatat, pondok pesantren di Indonesia sudah mulai didirikan sejak sekitar lima abad yang lalu. Artinya, sebelum para penjajah memasuki bumi Nusantara, pondok pesantren memang sudah ada. “

  •        Seiring berjalannya waktu, bagaimana dengan pondok pesantren hari ini? Dengan zaman yang sudah berbeda, tantangan yang mulai bermacam-macam, pesantren juga dihadapkan pada masalah yang beragam pula. Agar sistem pe ndidikannya tetap sesuai dengan zaman, pondok pesantren tetap dituntut agar bisa beradaptasi dengan waktu. Selain agar tetap pada cita-cita awal, yaitu untuk me ncerdaskan bangsa, juga agar tidak terlepas dari fitrah awal sebuah pondok pesantren, yaitu sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan keisalaman serta pengembangan wawasan keagamaan.

 

 

  •    MOH. AFFAN IBNU KHALID
  •    Fotografer a latee media.
Pesantren, Pusat Pengembangan Ilmu Pendidikan Keislaman