Melahirkan Generasi Abdullah yang Bertakwa, Tafaqquh fi al-Din, Berilmu Luas, dan Menjadi Mundzirul Qaum
Masker, Hand Sanitizer, dan Doa
MASKER, HAND SANITIZER, DAN DOA
(Ini catatan saya ketika masih di Pesantren beberapa waktu lalu)
Awal Maret lalu, di halaman pertama harian Jawa Pos, pemerintah mengumumkan kasus pertama warga Indonesia yang positif Covid-19. Secara spontan, rasa khawatir mulai menghantui sekalipun masih bisa ditutupi dengan gurauan-gurauan receh.
Bertambah hari, berita Covid-19 ini semakin mengkhawatirkan. Warga yang terinfeksi terus bertambah secara signifikan dan terus meluas. Jawa Timur juga ‘kebobolan’.
Kalau tak salah ingat, tanggal 20 Maret Qunut Nazilah dikumandangkan di Masjid Istiqlal (sebelum Istiqlal benar-benar ditutup). Pada saat yang hampir bersamaan, pesantren yang saya tempati di-lockdown–Istilah yang ngeri, tapi tetap saya pakai meskipun sebagian orang kurang suka–. Setiap orang tua yang hendak mengunjungi putra-putrinya tidak diperkenankan masuk ke lingkungan pesantren. Memang waktu itu daerah Madura masih aman, tetapi para kiai memiliki pandangan jauh ke depan dan selalu lebih hati-hati dalam menjaga keselamatan santrinya. Doa-doa mulai disebar untuk diamalkan. Mencari perlindungan dari yang Maha Melindungi.
Saat itu saya berinisiatif untuk mengirimkan doa-doa yang saya dapat itu ke orang tua saya di rumah. Berlindung sendirian gak asyik, begitu pikir saya.
“Memang waktu itu daerah Madura masih aman, tetapi para kiai memiliki pandangan jauh ke depah dan selalu lebih hati-hati dalam menjaga keselamatan santrinya. Doa-doa mulai disebar untuk diamalkan. Mencari perlindungan dari yang Maha Melindungi.”
Beberapa hari kemudian, seorang pengurus memberikan amplop kiriman ibu kepada saya. Isi amplopnya uang. Lebih dari itu, ada kertas putih terselip di antara uang yang ibu saya kirimkan. Di dalam kertas itu tertulis doa yang berbeda dari doa-doa yang saya kirimkan sebelumnya. Katanya doa itu dari kiai yang di dekat rumah.
Tiba-tiba saja saya tersenyum. Bangsa yang religius! ketika wabah menyerang, bukan hanya masker dan hand sanitizer yang bertebaran, doa-doa pun demikian.