Latee II – Departemen Peribadatan Pondok Pesantren Annuqayah Latee II selenggarakan kegiatan pendalaman fikih keseharian, Jumat (1/1) sampai Rabu (6/1). Buku SKIA (Syarat-Syarat Kecakapan Ibadah Amaliyah) menjadi panduan pokok pada kegiatan ini.
Ustazah Lailatul Maghfiroh mengatakan kegiatan ini dilaksanakan lebih awal dari tahun sebelumnya, sebab ada banyak santri yang berhalangan dan tidak sempat mengganti.
“Sebenarnya rencana awal pelaksanakan kegiatan ini pada bulan Desember, tapi karena ada beberapa kendala kami tunda sampai Januari 2021,” tuturnya.
Kegiatan ini dibagi tiga tahap: tahap pertama bagi santri tingkat mahasiswa, tahap kedua tingkat siswa MA/sederajat, dan tahap ketiga tingkat siswa MTs/sederajat. Fokus materi yaitu najis dan imam makmum, serta materi penting lainnya menyangkut keseharian..
“Kami menganggap dua persoalan ini lebih penting untuk dipahami santri,” ungkap Ustazah Kiki, anggota Departemen Peribadatan.
Kegiatan ini dilangsungkan dalam dua sesi: sesi pertama teori dan sesi kedua praktik.
Selain kegiatan tersebut ada pula kegiatan menghafal bagi seluruh santri dari masing-masing tingkatan: Tingkat MTs/sederajat kelas VII menghafal doa setelah salat fardu dan doa fikiran terang; kelas VIII doa setelah dluha dan doa memohon pengampunan dosa; kelas IX doa setela tahajjud dan Doa khusnul khatimah;
Tingkat MA/sederajat kelas X doa witir dan doa khatmil Quran, kelas XI doa awal tahun dan doa hajat, kelas XII doa setelah yasin dan doa istikharah:
Tingkat Mahasiswa Semester II doa akhir tahun dan doa ‘asyura, Semester IV doa nishfu sya’ban dan doa memohon kesempurnaan hidup, Semester VI doa setelah tarawih dan doa memohon kecintaan iman, dan Semester VIII atau santri yang akan berhenti (boyong) tahlil berikut doanya. (ara)