Latee 1_ Pengurus Divisi Kesehatan Pondok pesanteren Annuqayah Latee 1 gelar acara Ruqyah Massal dan Olah Hati pada Kamis malam (24/12) kemarin. Acara yang bertempat di Aula Madal 1 ini dihadiri oleh pengurus PB KBRA Nasional dan beberapa praktisi PAC KBRA (Pimpinan Anak Cabang Keluarga Besar Ruqyah Aswaja) Guluk-guluk.
Faridah Hamdi, ketua pengurus PPA Latee 1 menuturkan kegiatan ruqyah ini dilaksanakan karena adanya beberapa santri yang sering kerasukan. Hal tersebut cukup membuat santri-santri lain merasa resah. Oleh karena itu, Faridah memutuskan untuk mengadakan ruqyah massal ini.
“Sebelumnya santri yang kerasukan Jin ini biasanya ditangani oleh praktisi ruqyah Latee 1 sendiri, tapi tidak ada perkembangan, kami juga sudah kewalahan karena tingkahnya semakin menjadi-jadi” tutur Faridah.
Lain daripada itu, ruqyah ini diselenggarakan tidak hanya untuk menyembuhkan santri yang kerasukan saja, tetapi juga untuk santri lain yang mempunyai keluhan penyakit, baik medis ataupun non-medis.
Bapak Khalifatullah, pengurus divisi ruqyah PB KBRA Nasional dalam acara tersebut menyampaikan bahwa ruqyah adalah pengobatan dengan Alquran. Menurutnya pengobatan dengan cara ini seharusnya menjadi pengobatan pertama dan utama, tidak seperti anggapan masyarakat yang lebih memilih obat-obatan untuk melawan penyakit yang diderita, dan menjadikan Alquran sebagai alternatif kedua.
“Mindset seperti ini harus diluruskan. Sudah jelas dinyatakan bahwa Alquran itu syifaun lin-naas. Jadi segala penyakit apapun baik bersifat medis ataupun non-medis bisa disembuhkan dengan Alquran,” tuturnya.
Sebelum prosesi ruqyah berlangsung, beliau meminta agar santri yang membutuhkan penanganan khusus dipisahkan dari santri-santri lainnya. Hal ini dilakukan karena santri tersebut dikhawatirkan akan bereaksi frontal saat prosesi ruqyah berlangsung. Selain itu, beliau juga meminta kepada seluruh santri agar meniatkan ruqyah ini untuk berobat dengan Alquran melalui wasilah air. Bermacam-macam reaksi tubuh santri setelah meminum air ruqyah, ada yang muntah-muntah, pening, hingga tidak dapat bergerak.
Setelah prosesi ruqyah selesai, selanjutnya dilaksanakan olah hati. Olah hati ini dimaksudkan untuk menguatkan hati agar tidak mudah tersinggung, membersihkan hati dari sifat-sifat tercela dan juga untuk memperbaiki hati agar selalu berbuat kebaikan serta semakin taat beribadah kepada Allah.
Beliau berpesan kepada seluruh santri untuk memperbanyak zikir kepada Allah, “Penuhilah hatimu dengan zikir, karena dengan zikir hatimu akan tenang dan selalu ber-husnudzan-lah terhadap sesuatu apapun” terangnya.
Siska, salah satu santri yang ikut serta dalam kegiatan ruqyah tersebut mengaku banyak mendapat manfaat dari adanya kegiatan ruqyah ini, menurutnya setelah menjalani proses ruqyah ia menjadi lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas hariannya. (lup)