LateeII- Pondok Pesantren Annuqayah Latee II (P2AL II) menggelar penutupan Bimbingan Santri Baru (BINASABAR) 2022 pada Senin (22/08) di halaman MA I Annuqayah Putri. Acara ini merupakan puncak kegiatan BINASABAR P2AL II 2022 yang dimulai sejak Senin (15/08) dengan tema Santri berkhidmah Meraih Barakah.
Narita Sefriana Romzan selaku pemandu acara membacakan susunan acara pada pukul 21.00 WIB berupa Pembukaan, Lantunan Ayat-Ayat Suci Al-Quran, Selawat Nabi, Sambutan Ustazah Millatul ‘Athiyah selaku Ketua Pengurus P2ALII, Sambutan Dewan Pengasuh P2AL II oleh Ny. Hj. Uswatun Hasanah, Motivasi oleh Ny. Imas Uliyah, Pembacaan Doa oleh Ning Arieza Qonita, dan lain-lain berupa Penghargaan Peserta Terbaik, Terbaik Kelompok, serta The Best Tanda Tangan.
Technical meeting BINASABAR dilaksanakan pada Senin (15/08) dengan agenda pembagian aksesoris dan pembacaan tata tertib BINASABAR. Pembukaan BINASABAR dilaksanakan pada Kamis (18/08) di Musala Ar-Rahmah. Kegiatan BINASABAR ini dilengkapi dengan berbagai penyajian seperti penyajian tentang darah haid oleh Ning Arieza Qonita dan Pengenalan Pondok Pesantren Annuqayah Latee II oleh K. M. Ainul Yaqin.
Kegiatan BINASABAR ini dilaksanakan sejak pagi pukul 05.00 WIB dengan senam pagi, dilanjutkan pada siang pukul 13.20 WIB dengan penyajian, kemudian pada malam hari setelah sekolah diniah pukul 20.20 WIB dengan pengenalan lagu, tepuk, password, jargon BINASABAR serta game education.
“Kegiatan BINASABAR memang cukup padat. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat, baik peserta maupun panitia diharap dapat menjaga kesehatan agar tetap bisa mengikuti kegiatan hingga tuntas. Selain itu, penutupan BINASABAR tahun ini kan, melibatkan seluruh santri, jadi dibutuhkan tenaga ekstra untuk menyiapkan acara,” tutur Ustazah Nuril Kamiliyah A. selaku Koordinator Protokoler BINASABAR P2AL II 2022.
Hal ini dibenarkan oleh Ustazah Millatul ‘Athiyah dalam sambutannya yang menyatakan bahwa BINASABAR 2022 merupakan kali kedua penutupan BINASABAR yang melibatkan seluruh santri. Selain itu, Ny Uswatun Hasanah menyampaikan bahwa santri baru dapat dianalogikan sebagai tumbuhan yang harus disiram dan dirawat dengan saling memahami juga menasehati satu sama lain. Oleh karena itu, para santri diharapkan saling bersinergi dalam memperbaiki diri. (Syarma/K.A)