Latee I – Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee I (PPA. Latee I) kembali adakan acara Bimbingan dan Pembinaan Santri Baru (BINASABA). Acara ini sebagai sarana untuk memberi bimbingan, arahan, dan pembinaan mengenai tanggung jawab sebagai santri, baik yang berkaitan dengan kewajiban, larangan, hak, dan sebagai sarana memperkenalkan asas, akidah, serta lingkungan Annuqayah pada santri baru.

Acara yang diikuti oleh 86 peserta tersebut berlangsung selama empat hari, bertepatan dengan Sabtu (10/09) 2022 sampai dengan Rabu (14/09) 2022 dini hari. Aula Madal I, musala Azzahra’, dan halaman pondok menjadi tempat pelaksanaan acara. Selain tiga tempat tersebut, serambi pengasuh pun menjadi tempat yang cukup strategis. Adapun format pelaksanaan acara ini bersifat serimonial seperti seminar, dan non-serimonial seperti pengenalan pengasuh dan pengurus, praktik wudu dan salat, praktik menyucikan najis, olah jasmani, praktik matornyabis ke pengasuh dan guru.

Seluruh santri baru PPA. Latee I yang dibagi menjadi delapan kelompok ini diminta oleh panitia untuk berkumpul di Aula Madal I (10/09) pada jam 14.00 WIB. dengan melewati beberapa posko dan memenuhi persyaratan yang ada di masing-masing posko. Pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan Ketua Pengurus, sambutan Ketua Panitia, dan istigasah bersama serta pembukaan secara simbolik menjadi simbol acara telah dimulai. Nailatul Fithriyah ketua panitia BINASABA 2022 dalam sambutannya menyampaikan harapan besar diadakannya acara ini tidak lain agar semua santri baru dapat berpartisipasi aktif dalam menghayati dan mempelajari esensi acara tersebut secara mendalam.

Santri umur 22 tahun itu juga menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja sama dan sama bekerja dalam melancarkan terwujudnya acara. “kita bisa mengambil banyak pelajaran, seperti kedisiplinan, kepekaan dan dapat membangun mental menjadi lebih baik dan lebih berani, sesuai syariat Islam.” Tutur Aisyatul Fithriyah, salah satu peserta binasaba asal Jember.

Pengenalan ‘Aqaidul Iman dilaksanakan pada (10/09) malam hari, disampaikan langsung oleh pengasuh PPA. Latee I yaitu KH. Muqsith Idris yang bertempat di kediamannya. Keesokan harinya (11/09) diadakan praktik salat dan menyucikan najis yang disampaikan oleh pengurus, dilanjutkan dengan seminar ASWAJA dan ke-NU-an sebagai pengenalan asas-asas ke-Annuqayah-an yang disampaikan oleh Dr. KH. Mohammad Husnan A. Nafi’, M. Pd. Untuk membekali para santri tentang etika bertamu pada pengasuh/guru, panitia mengadakan praktik mator dan nyabis (12/09), yang disampaikan juga oleh pengurus PPA. Latee I. Selang tidak lama dari kegiatan tersebut, seluruh peserta BINASABA kemudian mempraktikannya langsung kepada pengasuh melalui kegiatan pengenalan (nyabis) seluruh pengasuh putri Annuqayah Latee I dimulai dari yang paling dekat hingga yang paling jauh (Lancaran). Malam harinya dilanjurkan dengan pengenalan sejaran Annuqayah yang disampaikan oleh Nyai Ulfatul Hasna’

Melalui panitia BINASABA ini, pengurus mengadakan pertemuan wali santri baru (13/09) umtuk menjalin kerjasama dan ikut serta memberi motivasi kepada para santri dalam menaati semua tata tertib yang ada di PPA. Latee I, baik tata tertib Pondok Pesantren maupun Madrasah Diniyah.  Pertemuan ini  dihadiri oleh 70 wali santri dan segenap pengasuh putri PPA. Latee I. Dalam sambutannya, Nyai Hj. Ulfatul Hasna’ mewakili pengasuh mengutarakan banyak terimakasih kepada seluruh wali santri yang  telah berkenan hadir, beliau menyampaikan bahwa sejatinya tata tertib tersebut dibentuk langsung oleh pengasuh, pengurus hanya menjalankan. Beliau juga menyampaikan harapan besar beliau kepada seluruh wali santri agar senantiasa mendukung putrinya untuk terus menuntut ilmu di pondok pesantren, sebab zaman sekarang ilmu sudah bisa didapatkan dengan mudah melalui Google, akan tetapi barokah hanya bisa didapatkan di pondok pesantren. Pertemuan ini di akhiri dengan halal bi halal antara wali santri dan beberapa pengasuh serta pengurus/panitia.

            Ustazah Zumailah Khaliq dan Ustazah Wasilatun Najahah sebagai Stering Commite acara ini, menjadikan pentas seni, penobatan peserta dan kelompok terbaik, pembacaan pembai’atan santri baru oleh Nyai Fikriyah Basith, serta renungan malam pada jam 02.00 WIB. dini hari (14/09) sebagai penutup dari serangkaian acara BINASABA. Acara berjalan cukup lancar diwarnai dengan suasana riang pada serimonial dan haru pada renungan malam. (Ksh/NS/FN)

BINASABA ’22, Bangun Khidmat Santri akan Pesantren dan Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *