Latee Putra-Pondok pesantren Annuqayah Latee kedatangan tamu spesial kemarin (02/10) pada siang 13.00 WIB di masjid Latee. Beliau adalah KH. Zulfa Mustofa (Gus Zulfa) yang merupakan Wakil Ketua Umum PBNU. selain bermaksud untuk bersilaturahmi, pemegang sanad keilmuan yang sampai kepada Rasulullah ini memberikan ijazah kitab kepada santri Latee, kitab yang diijazahkan adalah Fathul Qorib. Sehari sebelumnya memang Ustaz Lukmanul Hakim selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee mewajibkan seluruh santri untuk hadir berjamaah. “Untuk hadiran Zuhur besok (02/10 red.) santri wajib berbaju putih lengan panjang karena Gus Zulfa akan mengimami salat serta memberikan tausiah kepada para santri sekalian.” Ujar beliau. Hujan gerimis yang sempat mengguyur Guluk-Guluk waktu itu tidak menyurutkan semangat santri untuk mendapat ijazah langsung dari beliau. Dalam tausiahnya Gus Zulfa banyak bercerita tentang keilmuan tokoh karismatik KH. Nawawi Al-Bantani yang merupakan guru pendiri Nahdlatul, Ulama KH. Hasyim Asyari dan KH. Dahlan pendiri Muhammadiyah. “Menurut Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Nawawi itu wali, walaupun yang terkenal itu kiai Nawawi itu alim dan Kiai Kholil itu wali. Kiai Nawawi juga sangat sederhana, bahkan kalau orang tidak tau bahwa dia Kiai Nawawi orang tidak dihormati karena sangat sederhana,” dawuhnya. Selain itu, Gus Zulfa dalam tausiah yang diawali sambutan dari KH. Abd. A’la tersebut mengingatkan kepada santri bahwa media saat ini yang digandrungi kaum muda harus difilter sebelum diambil mutiara hikmah didalamnya. “Boleh mengambil ilmu dari Youtube tapi bukan sebagai refrensi utama,” tambah beliau. Acara yang dihadiri oleh beberapa tokoh NU seperti KH. Hodri Ariev, KH. Pandji Taufik, KH. Washil, dan KH. Syarbini tersebut diakhiri dengan pemberian ijazah kitab Fathul Qorib. Fahmi Annaufil selaku santri Pondok pesantren Annuqayah Latee yang mengikuti acara siang tersebut mengatakan sangat antusias. “Gus Zulfa tadi juga memberikan himbauan kepada santri untuk belajar membuat syair bahasa arab tentang misalnya pesantren dan ilmu pengetahuan. Beliau sempat mengeluarkan beberapa syair yang intinya kalau ilmu dari Mbah Google itu bisa berbahaya kalau tidak disaring sebagai informasi. Dengan kedatangan beliau tadi, kami bisa bertemu langsung dengan para elit PBNU, uniknya beliau tidak selalu tegang, ada candaan seperti beliau mengatakan ‘saya lulusan luar negeri, yaitu tidak pernah sekolah negeri sama sekali, asli pondok pesantren’ lantas semua santri tertawa.” Tukasnya. Acara berjalan lancar sampai pembacaan doa. (Alif N.)
Kunjungan Pertama Gus Zulfa ke Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Berikan Sanad Ijazah Kitab Fathul Qorib