Santri Darul Lughah Al-Arabiyah Wal Fiqh As-Salafi(Dalfis) Pondok Pesantren Annuqayah Latee berkumpul di posko kunjungan pada Jumat (20/10) malam, dalam rangka mengikuti program Haflah Nishfus Sanah yang biasa diadakan oleh Lokal bahasa Arab tersebut setiap satu semester. Terdapat pengurus Harian Pesantren, Koordinator Departemen Pengembangan Bahasa dan Lokal (DPBL), dan Ketua Tiga Lokal (LTQ, EAL, dan KBS) sebagai tamu undangan dalam acara penobatan santri teladan dan ranking kelas selama setengah tahun masa belajar. Muhammad Hadiyatullah yang merupakan Ketua Tanfiziyah Dalfis menyatakan bahwa acara malam itu bertujuan untuk mengapresiasi santri teladan dalam tempo setengah tahun masa kegiatan belajar-mengajar. “Dengan adanya acara ini, teman-teman bisa mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang ada. Di balik nama yang besar terdapat tanggung jawab yang besar juga. Jadi kepada para teladan, nama baik kalian juga dipertaruhkan. Selain itu yang paling penting adalah bagaimana mempertahankan apa yang kalian raih,” ujarnya.
Ustaz Lukmanul Hakim selaku Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Latee yang juga menghadiri acara tersebut berpesan agar terus meraih usaha dalam belajar sebesar apa pun tantangannya. “Sebesar apa pun cita-cita yang dimiliki tanpa dibarengi gerakan untuk meraihnya akan sia-sia.” Ketua Pengurus sekaligus Ketua Syuriah Dalfisini juga menambahkan bahwa menjadi seorang santri juga harus mengutamakan ilmunya dari pada hal materialis. “Seberapa pun uang yang kalian miliki dalam dompet, ilmu tetap lebih spesial dan penting dari isi dompet itu sendiri,” tuturnya.
Acara yang digelar pukul 21.00 WIB sampai selesai tersebut mendapat banyak apresiasi dari alumni Darul Lughah Al-Arabiyah Wal Fiqh As-Salafi, Ainul Yaqin yang dulu menempati Lokal Dalfis nomor delapan ini menyebutkan bahwa acara pemberian hadiah ranking kelas setiap kelas tersebut sangat membantu dalam memompa semangat para santri untuk lebih giat belajar. “Saya dulu pernah mendapat ranking dan itu sangat luar biasa karena setengah tahun saja sudah dapat hadiah, artinya jerih payah terbayar lunas meskipun tujuan kita masuk rayon Dalfis bukan itu (mendapat hadiah Red.). pada acara sekarang yang beda adalah yang mengisi hiburan bukan grup Al-Banjari lagi namun sekelompok penari hadrah, itu juga menarik karena teman-teman juga suka hadrah,” pungkasnya. Acara berakhir dengan khidmat.