Dalfis Latee Putra-Untuk mengukur kemampuan santri Darul Lughah Al-Arabiyah Wal Fiqh As-Salafi (Dalfis), pengurus lokal bahasa Arab tersebut kembali melanjutkan estafet program Ebtekaar Araby yang kesembilan. Dimulai pada Minggu (25/09) malam di serambi Lokal Dalfis, acara tahunan tersebut ditutup dengan maulid Nabi SAW dan pemberian hadiah pada para juara lomba Selasa malam (05/10) 21.00 WIB.“Program ini adalah acara lomba dan adu kreativitas para santri untuk menjadi parameter kemampuan mereka dalam bahasa Arab. Dengan adanya Ebtekaar ini selain memang ada lomba edukatif seperti pidato, artikel, serta menyanyi juga terdapat lomba non-edukatif seperti tarik sarung dan ekor kera untuk memberikan refreshing kepada santri,” ujar Mualim Muhammad Hadiyatullah, selaku Ketua Tanfiziyah Dalfis. Lomba dan ajang kreativitas ini digelar setiap satu tahun pada semester pertama dalam kalender pendidikan.
Ustaz Lukmanul Hakim selaku Ketua Pengurus mengatakan bahwa kerja keras para panitia dalam menyukseskan acara tersebut patut diacungi jempol. “Kami selaku presidium Pondok Pesantren Annuqayah Latee sangat berterima kasih atas terselenggarakanya acara ini yang sudah berlangsung sejak sembilan tahun yang lalu,” beliau menambahkan agar para pemenang tidak cepat puas dengan hasil yang diraih dan terus berusaha mempertahankan dan berusaha menjadi yang terbaik.
Mualim Ahmad Fakhri Abidi yang pada saat itu menjadi panitia acara menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria lomba dalam acara tersebut. “Untuk lomba edukatif itu ada artikel yang merupakan lomba se-Annuqayah, pidato, bernyanyi bahasa arab, itu se-Latee dan lainya. ada juga lomba hiburan seperti lomba tarik karung dan ekor kera, itu lomba se-Dalfis saja,” tukasnya. Tenaga pengajar bahasa arab ini menambahkan bahwa undangan untuk penutupan terdiri dari jajaran Pengurus Harian P2AL, Syuriah Dalfis, Ketua Tiga Lokal (EAL, LTQ, dan KBS), Koordinator Departemen Kamtib, dan alumni Dalfis sendiri. Nor Kholis Majid sebagai alumni yang juga hadir pada acara penutupan tadi malam mengatakan bahwa acara Dalfis sangat keren. “Semenjak saya keluar dari Dalfis ada beberapa terobosan yang membuat saya iri. Sebenarnya layar seperti tadi malam adalah hal yang biasa dalam artian tidak menggunakan properti yang canggih. Namun, karena teman-teman sangat kreatif maka tangkapan layar proyektor seperti sebuah monitor raksasa,” ujarnya. acara berakhir dengan khidmat. (A. Nurmagomedov)