Latee-Pondok Pesantren Annuqayah Latee kembali merealisasikan salah satu program tahunanya yaitu Bimbingan dan Pembinaan Santri Baru (Binasabar). Kegiatan ini dimulai pada Jumat malam (24/09) dan berakhir pada Kamis malam (07/10) yang bertempat di Posko Kunjungan dan Musala Pondok Pesantren Annuqayah Latee. Atas perintah dari K. M. Ainul Yaqin, selaku Dewan Pengasuh daerah Latee, kegiatan Binasabar tahun ini dikemas dengan beberapa penyajian meliputi pengenalan Pondok Pesantren Annuqayah secara umum, Pondok Pesantren Annuqayah Latee secara khusus dan pelatihan berupa praktek-praktek ubudiyah seperti thaharah dan salat berjamaah.

“Kegiatan ini memang dikemas dengan tanpa mengganggu aktifitas-aktifitas kepesantrenan seperti pengajian kitab sore dan Madrasah Diniyah. Juga, sengaja dilaksanakan selama sepuluh hari dengan waktu yang tidak terlalu lama agar peserta Binasabar tahun ini tidak terlalu lelah sehingga harapan kami selaku panitia, santri baru yang mengikuti kegiatan ini bisa mengikuti sampai akhir,” ujar Ustaz Ach. Maimun Riyadi selaku Ketua Panitia.

Seremonial pembukaan kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat malam (24/09) bertempat di Posko Kunjungan dan dihadiri langsung oleh K. M. Ainul Yaqin selaku dewan Pengasuh PP. Annuqyah Latee. Seperti biasa, kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Saudara Chairullana, kemudia dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ustaz Abd. Aziz selaku Ketua Pengurus. Dalam sambutannya, Beliau berharap agar santri baru yang mengikuti bimbingan ini dapat mengamalkan ilmu yang didapat dengan menjadi santri yang taat dan patuh terhadap peraturan. Setelah itu, kegiatan ini dibuka dengan penyematan pin Binasabar 2021 terhadap tiga perwakilan santri baru dari masing-masing tingkatan baik dari tingkat SLTP, SLTA, dan PT oleh KH. Ainul Yaqin.

Penyajian pertama dilaksanakan pada Sabtu malam (25/09) dengan materi “Sejarah Pondok Pesantren Annuqayah” yang disampaikan oleh K. M. Faizi. Dalam penyajiannya, Beliau menceritakan tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Annuqayah secara umum kemudian tentang sejarah berdirinya Pondok Pesantren Annuqayah Latee secara khusus.

Penyajian kedua dilaksanakan pada Selasa malam (28/09) dengan materi “Kesantrian” yang disampaikan oleh KH. Ach. Maimun Syamsuddin. Dalam penyajiannya, Beliau menyampaikan, ada tiga kewajiban santri yang harus diamalkan, yaitu belajar, beribadah, dan khidmah.

Penyajian ketiga dilaksanakan pada Rabu malam (29/09) dengan  tema “Pengenalan Masyayikh” yang disampaikan oleh Ustaz Moh. Ainur Ridha. Beliau mengenalkan Masyaikh Annuqayah mulai dari Muassis Pondok Pesantren  Annuqayah dan Annuqqayah Latee secara khusus kepada santri baru yang berjumlah sekitar 275 santri dari berbagai tingkatan.

Setelah penyajian pada malam ketiga selesai, kegiatan Binasabar tersebut dilanjutkan dengan pengisian Data Diri Departemen Bimbingan dan Konseling (BK) yang dipimpin langsung oleh Ustaz Moh. Syarif Hidayatullah selaku Koord. Departemen Bimbingan dan Konseling.

Di hari keempat, kegiatan Binasabar ini diisi dengan Ziarah Maqbarah yang dibagi menjadi dua waktu. Waktu pertama dilaksanakan pada sore hari setalah jamaah salat Asar, bertempat di Asta KH. Muhammad Asy-Syarqawi yang dipimpin oleh Ustaz Ahmad Zarqoni dan di Asta K.H. Abdullah Sajjad yang dipimpin oleh Ustaz Jailani. Waktu kedua dilaksanakan pada malamnya harinya, bertempat di Asta KH. Ahmad Basyir AS yang dipimpin oleh Ustaz Moh. Faizi dan di Asta KH. Amir Ilyas yang dipimpin oleh Ustaz Sulton

Tausiah Pengasuh dilaksanakan pada Jumat malam (01/10)  yang disampaikan langsung oleh KH. Abd. A’la Basyir. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa santri itu harus bersyukur karena di luar sana, ada banyak orang yang tidak bisa mondok baik karena faktor ekonomi yang kurang mampu maupun karena faktor pribadi yang masih belum mendapat kesadaran.

Praktik ubudiah dilaksanakan pada Sabtu malam (02/10) bertempat di Posko Kunjungan untuk tingkat SLTP yang disampaikan oleh Ustaz Fachrur Rozi dan bertempat di Musala Latee Lantai II untuk Tingkat SLTA dan PT yang disampaikan oleh Ustaz Lukmanul Hakim. Dalam praktek ini, santri baru diingatkan atau bahkan dikenalkan dengan najis baik dari pengertian, macam dan cara menghilangkannya. Mereka juga diajarkan bagaimana caranya bersuci baik yang menggunakan air maupun yang menggunakan debu (tayammum). Setelah itu, mereka diajarkan tentang salat berjamaah, baik tentang bagaimana etika seorang makmum terhadap imam, syarat-sayarat menjadi imam salat, dll.

Pengenalan Program Pondok Pesantren Annuqayah Latee dilaksanakan pada malam Senin bertempat di Posko Kunjungan. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Ustaz Abd. Aziz selaku Ketua Pengurus. Dalam pengenalannya, Beliau menyampaikan bahwa kegiatan di Pondok Pesantren Annuqayah Latee dimulai dari jam 03:00 WIB. sampai jam 11:00 malam (jam tidur). “dari dulu, santri Latee biasanya bangun sekitar jam 03:00 WIB untuk melaksanakan salat Tahajjud,” ujarnya.

Penyajian terkahir dilaksanakan pada Senin malam (04/10) dengan dua materi, yaitu pengenalan Madal (Madrasah Diniyah Annuqayah Latee) yang disampaikan oleh Ustaz Moh. Mansur selaku Kepala Madrasah Diniyah Annuqayah Latee dan pengenalan SKIA yang disampaiakan oleh Ustaz Fachrur Razi selaku Koordinator Departemen Peribadatan, Takmir, dan SKIA. Dalam penyajiannya, Ustaz Moh. Mansur sedikit banyak menceritakan tentang sejarah Madrasah Diniyah Annuqayah Latee baik dari sejak berdirinya hingga sekarang. Beliau juga menyampaikan bahwa sekolah Diniyah merupakan jalan menuju akhirat, sebagaimana yang sering disampaikan langsung oleh alm. KH. Ahmad Basyir AS kepada santri Annuqayah Latee dulu.

Setelah pengenalan Madal selesai, Ustaz Fachrur Rozi selaku Koordinator Taskia sekaligus pemateri menyampaikan kepada seluruh santri baru bahwa ada beberapa poin penting yang harus dihafalkan selama satu tahun ke depan. Poin penting tersebut dibagi menjadi dua tahap yang setiap tahapnya berlangsung dalam dua bulan. Untuk tahap yang pertama, tingkat MTs menghafalkan 13, tingkat MA sederajat menghafalkan 15, dan tingkat Perguruan Tinggi menghafalkan 17 macam hafalan yang sudah ditentukan oleh pengurus SKIA dan begitu juga untuk tahap yang kedua.

Kegiatan Binasabar ini ditutup dengan acara seremonial pada Kamis malam (07/10) dengan menghadirkan pengurus Harian P2Al, kordinator tiap-tiap Departemen, kordinator Rayon, dan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada tiga peserta terbaik dari masing-masing tingkatan dan yang terakhir kegiatan ini ditutup dengan pembacaan doa yang disusul dengan maaf-maafan dari peserta kepada panitia dan kepada seluruh undangan.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan juga kepada Pengurus Latee yang telah menyelenggarakan kegiatan Binasabar ini. Dengan mengikuti kegiatan ini, saya banyak belajar dan banyak mengetahui baik dari sejarah Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya daerah Latee maupun dari hal-hal sepele yang sebenarnya penting dan seringkali terjadi meskipun seringkali saya abaikan seperti tatacara bersuci, dll. Dengan adanya kegiatan ini, saya juga menemukan banyak teman baru dan pengalaman baru.” Ucap salah satu peserta terbaik Binasabar tahun ini. (Firdausi)

Binasabar 2021; Kegiatan Pengenalan PP. Annuqayah Latee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *