Latee Putra_Sejak pendaftaran dibuka, pada tanggal 25 Januari-7 Februari  lalu, ada 95 santri yang terdaftar sebagai peserta tes seleksi penerimaan santri baru (PSB) rayon Darul Lughah Wal Fiqh As Salafi (Dalfis).

Angka ini lebih besar dari PSB tahun lalu yang hanya berkisar 80 santri. Ini menunjukkan bahwa minat santri terhadap bahasa Arab dan kitabiyah masih tinggi.

Ada beragam motivasi yang menjadikan rayon Dalfis sebagai pilihan mereka. Keinginan kuat untuk memahami kitab klasik, fasih berbahasa Arab, serta desakan dari orang tua diantaranya.

Pelaksanaan tes seleksi dilakukan dengan dua tahap, pra-karantina dan pasca-karantina. Tes seleksi tahap pertama, pra-karantina dilaksanakan selama tiga hari (Senin/10/02/2020-Rabu/12/02/2020).

 Materi tes seleksi berupa baca Quran, interviu, baca kitab, muhadatsah, dan qawaid. Dari beberapa materi di atas tiga terakhir menjadi acuan utama untuk menentukan kelulusan santri.

“Dari materi tersebut kita bisa memprediksi sejauh mana kemampuan santri dalam berbahasa Arab,” terang pengurus Dalfis.

Santri yang dinyatakan lulus pada tes seleksi tahap pertama diwajibkan mengikuti karantina selama satu bulan. Pada masa karantina ini santri akan diberikan materi qawaid dan muhadatsah. Pemberian materi tersebut bertujuan untuk mengasah lebih mendalam kemampuan santri dalam berbahasa Arab.

Setelah masa karantina berakhir, siapa yang akan menetap di rayon Dalfis ditentukan pada tes seleksi tahap kedua, pasca-karantina. Materi tes berupa qawaid dan muhadatsah. (rq/d)

Dalfis Buka Penerimaan Santri Baru (PSB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *