Latee II-Forum Lingkar Pena Ranting Sumenep Pondok Pesantren Annuqayah Latee II mengadakan acara Motivasi Kepenulisan dan Bedah Film Mindset Theraphy pada Jumat pagi (10/09/). Acara ini merupakan salah satu program kerja pengurus FLP yang biasa diadakan setiap tahun. Konsep acara kegiatan ilmiah FLP tahun ini tergolong baru. Pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ilmiah biasa dikonsep berupa wacana berita, motivasi atau seminar kepenulisan. Pada tahun ini pengurus FLP mencoba menyuguhkan konsep baru yakni motivasi kepenulisan sekaligus bedah film.
Konsep ini dipilih karena dianggap cukup menarik dan unik. Sebagaimana disampaikan saudari Tutik Ulin Nuha selaku ketua panitia acara. Motivasi Kepenulisan dan Bedah Film “Kegiatan ilmiah tahun ini dikonsep sebagai Motivasi Kepenulisan dan Bedah Film supaya lebih menarik. Dan tentunya peserta tidak hanya akan mendengarkan motivasi berupa kata-kata saja, tapi bagaimana film yang ditonton bersama ini juga bisa menunjukkan tindakan konkrit atau memotivasi secara langsung penontonnya. Nah, setelah itu baru film ini diulas oleh Bapak Zamzami Sabiq selaku fasilitator acara ini, sehingga penonton yang awalnya masih kurang paham terhadap dunia literasi dan amanah film ini akhirnya bisa mengerti.”
Acara ini dimulai pada pukul 07.30 WIB di Aula MTs 1 Annuqayah Putri. Acara Motivasi Kepenulisan dan Bedah Film dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran, Prakata Panitia, Sambutan Ketua FLP Ranting Sumenep P2AL II, Sambutan Ketua Pengurus P2AL II, Penutup, kemudian dilanjutkan dengan nonton bersama film Little Forest. Bapak Zamzami Sabiq M.Psi, selaku motivator sekaligus pembedah film Little Forest, mengatakan bahwa seharusnya masyarakat yang hidup di pedesaan patut bersyukur karena hidup damai menikmati indahnya suasana asri desa. Karena bagi masyarakat urban hidup tenang di desa adalah suatu kemewahan di tengah sibuknya hiruk-pikuk perkotaan. Oleh karena itu, masyarakat urban terkadang membutuhkan terapi untuk mengatasi stres. Salah satu caranya adalah dengan literasi. Selain itu beliau juga memberikan empat tips bagi para penulis agar tetap konsisten menulis. Empat tips tersebut ialah tetap menulis, sempatkan waktu, berkumpul dengan komunitas kepenulisan, jangan pernah berhenti belajar.