Latee II – Senin (20/7) merupakan tahap ketiga masa kedatangan santri tingkat SLTP Pondok Pesantren Annuqayah yang semula dijadwalkan pada Sabtu (4/7) setengah bulan lalu.
Berbeda dengan masa kedatangan tahap sebelumnya. Ustazah Husnul Jamilatul Khoiriah melaporkan bahwa tahap ketiga ini dirasa tidak terlalu menguras tenaga. Selain jumlah lebih sedikit yaitu sekitar 190 orang, para santri kembali tepat waktu.
“Pukul tiga sore saya sudah bisa santai,” tandasnya.
Selain itu, tempat tanda tangan bagi wali Latee II dipindah ke halaman MTs, karena KBM Ma 1 Annuqayah Putri kembali aktif. Hal ini disampaikan oleh Kurratul Aini.
“Karena sudah tahu masuk, jadi kami (Keamanan) pindahkan ke halaman MTs,” tuturnya.
Ustazah Ita Izzahrah, Ketua Pengurus Latee II, mengaku sangat bersyukur bisa kembali berkumpul lagi dengan santri tingkat SLTP, pasalnya beriringan dengan detik-detik terakhir masa jabatannya.
“Alhamdulillah, saya bisa bertemu dengan santri MTs,” Ujarnya.
Masa kedatangan santri tahap ini semakin memantapkan langkah pengurus menjalankan program peduli lingkungan. Sejak saat ini, Latee II akan menerapkan pola hidup meminimalisir sampah plastik. Seluruh santri diwajibkan membawa peralatan makan sendiri dan botol minuman, termasuk bekal makanan yang dibawa wali santri tidak boleh menggunakan bungkus plastik, setidaknya daun atau rantang. Ketentuan tersebut sudah diumumkan jauh hari via media sosial.
Ikhtiar pengurus beberapa hari terakhir bisa dilihat pada peralatan konsumsi yang disediakan untuk petugas piket jaga. Salah satunya penggunaan galon air minum sebagai ganti air mineral dalam kemasan gelas plastik.
Ustazah Fithanatul Maltufah, Koordinator Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka menyukseskan program tersebut.
“Sebenarnya rencana ini sudah lama, tapi baru sekarang direalisasikan. Mungkin untuk ke depannya akan terus seperti ini,” ucapnya. (a/f/d)