Latee-Setelah berjibaku dengan berbagai kegiatan pada momen Festival Hari Santri Nasioanal 2021 selama kurang lebih satu minggu semenjak tanggal 23-30 Oktober, serangkaian kegiatan yang dikemas dengan festival tersebut resmi ditutup pada malam Ahad (30/21). Kegiatan tersebut ditutup langsung oleh K. Ainul Yaqin selaku Dewan Pengasuh PPA. Latee yang diakhiri dengan doa oleh Kh. Musthafa Erfan Lc. Moh. Daniel Maulana Yusuf selaku ketua panitia mengatakan bahwa ia dan panitia yang lain sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan acara yang dihelat setiap tahun itu. “Alhamdulillah, malam ini kita bisa menutup acara ini dengan meriah, walaupun ada berapa sebagian acara tidak dilaksanakan karena beberapa alasan namun 95% acara sukses. Untuk selanjutnya saya harap agar teman-teman santri bisa mengembangkan apa yang diperoleh dari acara FHSN 21 kali ini.” ujarnya.

            Ahmad Fakhri Abidi, salah satu santri Annuqayah Latee mengatakan bahwa dia melihat adanya progresivitas acara FHSN 21. “Acara yang dikonsep sangat menarik seperti Pameran Lukis dan Hasta Karya yang tata ruangnya sudah sangat menarik, adanya program-program baru dan unggulan seperti Lokakarya Membatik dan Vaksinasi sehingga santri tidak lagi memiliki stigma negatif terhadap ilmu selain kitab kuning. Saya harap untuk tahun depan panitia sebisa mungkin bisa mempertahankan kemajuan ini.” pungkasnya.

            Dalam acara penutupan malam itu, K. M. Ainul Yaqin berpesan bahwa santri bisa mengabdi dengan cara apapun. “Dengan tidak melakukan sesuatu yang membuat nama pesantren anda buruk, itu sudah pengabdian, itu sudah sama menjaga, termasuk menjaga tingkah laku diri sendiri misalnya ada aturan pada jam 11.00 harus tidur Mun tak tedung atangeh dhing ghulagghuh tak asakolah dhing lakoh tak asakolah tak ongge kelas pas bhusen deddi santreh (red: kalau tidak tidur santri akan bergadang dan paginya tidak sekolah, ketika sering tidak sekolah akan tidak naik kelas dan akibatnya akan bosan jadi santri). Beliau juga menambahkan bahwa walaupun santri melanggar tidak menyangkut syariat secara langsung seperti peraturan pesantren akan berdampak buruk bagi masa depan santri. “Seperti keluar pesantren ajergelejer, akkhirnyabertemu dengan anak tetanggadan akhirnya kabhuruh se abiniah (red: keburu ingin kawin).” Tambah beliau.

            pada akhir acara tersebut, setelah KH. Musthafa Erfan mengakhiri acara seremonial tersebut dengan doa, pada acara nonformal, para santri dihibur dengan grup Hadrah Al-Habsyi Hubbul Basyir. Fajrul Azri Hidayat menambahkan acara pada malam penutupan berjalan seru dan khidmat dan dia mengharap semoga para santri bisa mewujudkan cita-cita pesantren dengan adanya perayaan hari santri. (Alif N)

PPA. Latee Selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Penutupan Festival Hari Santri Nasional 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *