Latee II Putri_ Sebagai rutinitas tahunan, penutupan aktifitas lembaga di bawah naungan Annuqayah Latee II dikemas dengan Closing Meeting aliansi 6 lembaga. Acara ini dimeriahkan oleh gebyar lomba untuk seluruh anggota lembaga maupun warga blok. Senin (2/3) bertempat di Musala Ar-Rahmah, Closing Meeting dibuka secara seremonial dan dilanjutkan dengan lomba untuk blok.
Closing Meeting tahun ini mengusung tema “Santri; Bermodal Moral”. Hal ini merupakan upaya untuk kembali menegaskan eksistensi santri yang dinilai mengalami dekadensi. “Karena ketika kembali ke dunia nyata, masyarakat tidak akan bertanya seberapa banyak ilmu yang telah kita peroleh, tapi secara otomatis melakukan penilaian dengan melihat tindak-tanduk kita,” terang Isti Fairuzana, Ketua Closing Meeting saat memberikan sambutan.
Untuk tahun ini, Closing Meeting miliki konsep berbeda dari tahun sebelumnya, karena ditiadakannya penampilan-penampilan yang bersifat menghibur, baik dari anggota lembaga maupun warga blok. Hal ini, atas dasar dawuh pengasuh. Untuk tetap meriah, panitia mengarahkan pada variasi lomba. Ada 19 lomba kalkulasi dari 3 lomba setiap lembaga, 1 lomba antar lembaga, dan 1 lomba se-Annuqayah putri. Gebyar lomba ini dilaksanakan selama satu minggu (2-7/3).
Setelah gebyar lomba, panitia tidak kehabisan cara demi memeriahkan Closing Meeting , yakni dengan nonton bareng pada malam Heksanara –sebutan untuk malam penampilan–. Biasanya, Heksanara ini diisi dengan berbagai penampilan dari masing-masing lembaga. “Ini adalah bentuk refresh setelah ujian dan lomba-lomba,” ungkap salah satu anggota Sei. Acara, Nida Shofia yang memberikan pengantar sebelum nonton bareng dimulai.
Puncak acara Closing Meeting aliansi 6 lembaga akhirnya dapat dilaksanakan pada Jumat pagi (13/03) di Aula MTs. 1 Putri Annuqayah. Sebelumnya, acara ini sempat berpotensi untuk diundur dan digabung dengan kepanitiaan yang lain sebagaimana dawuh dari pengasuh. Namun, panitia mengusahakan agar acara ini dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Closing Meeting biasanya dilaksanakan pada malam hari secara terbuka untuk seluruh warga blok dan bertempat di halaman MA 1 Annuqayah Putri, tahun ini acara tersebut harus dipindah dengan pertimbangan panitia dan beberapa pihak terkait setelah mendapat dawuh dari pengasuh. Acara ini dibuat tertutup sebatas untuk anggota 6 lembaga dan perwakilan dari blok karena kapasitas tempat yang tidak memadai. “Saya bersyukur acara ini dapat terlaksana meskipun dengan kapasitas yang cukup minim. Maka dari itu, kami hanya bisa mengundang ketua blok sebagai perwakilan untuk menghadiri acara ini,” tutur ketua panitia dalam sambutannya.
Acara penutupan Closing Meeting dimulai sekitar jam 08:30 WIB dengan penganugerahan juara lomba antar anggota 6 lembaga sebagai pra acara. Sekitar jam 09:00 WIB acara dimulai dengan masuknya tiga MC yang berbalut kostum bernuansa songket. Dilanjut dengan Syarhil Quran dan pembacaan shalawat yang merupakan susunan acara wajib. Sebagai salah satu inti dari acara tersebut, koordinator 6 lembaga, Fitriyatus Shalihah membacakan SK teladan dari masing-masing lembaga. Momen yang tentu membuat seluruh isi ruangan senyap seketika.
Enam nama dinobatkan sebagai teladan lembaga masing-masing. Eva Kurniawati (eL-De Collection), Arini Ridhaka (Jam’iyah Qiroatil Kutub), Dewi Khoirun Nisa (Aphrodite English Club), Lu’luatul Fitriyah (Raudlatul Lughah Al-Arabiyah), Jauharatul Mardiyah (Jam’iyah Tahfidzil Qur’an), dan Tutik Ulin Nuha (Forum Lingkar Pena).
Setelah penobatan teladan, seluruh anggota lembaga disuguhkan self motivation dari Roihanah al-Kibty selaku ketua Forum Lingkar Pena dan pengisi acara. Kemudian ditutup secara seremonial dengan doa. Setelah itu, pembacaan ranking masing-masing lembaga. Sekitar jam 13:00, acara ini usai dan diakhiri dengan sesi foto oleh tiap anggota lembaga dan panitia.(If)