Pragaan Daya- Ikatan Santri Alumni Annuqayah Latee (IS-AAL) kembali mengadakan acara “Ngaji Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah karya Hadhratus Syaikh Hasyim Asy’ari” pada Ahad, 6 Januari 2022 di kediaman Bpk. Moh. Farhan, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan. Ngaji Kitab ini diasuh langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee, KH. Abdul A’la Basyir dengan rutin setiap triwulan. Pertemuan di Pragaan merupakan pertemuan ketiga dari program Ngaji Kitab Risalah, setelah pertemuan pertama dilaksanakan di Ellak Dajah dan pertemuan kedua di Desa Sana Daja, Kec. Pasean, Kab. Pamekasan.
Alumni yang hadir ke Pragaan untuk mengikuti Ngaji Kitab lebih-kurang 120 untuk putra dan 60 untuk putri dari semua angkatan. Baik alumni senior maupun junior. Alumni dari masing-masing kecamatan se Kab. Sumenep hadir, meskipun tidak semuanya hadir, kecuali Kecamatan Ambunten, Batang-Batang, Gapura dan Dungkek. Bahkan beberapa alumni dari Kabupaten Pamekasan juga hadir dalam pertemuan alumni yang dilaksanakan di Kecamatan Pragaan.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Nyai Hj. Alif Layyinah Basyir dan Nyai Hj. Nihayatus Sa’adah A’la. Beliau berdua hadir untuk mengobati kerinduan alumni putri yang sudah sekian lama ingin bertemu dan sowan, namun tak kunjung punya waktu dan kesempatan untuk ke Pesantren. Beberapa alumni putri, utamanya yang senior, duduk dan menemani beliau pada salah satu ruang dalam rumah. Sedangkan alumni yang lain duduk di serambi rumah.
Menurut K. Ahsan Mas’odi, salah satu santri senior yang menggerakkan program ini, jumlah alumni yang hadir pada “Ngaji Kitab” yang dilaksanakan di Pragaan lebih banyak dari pada dua pertemuan sebelumnya. “Pada dua pertemuan sebelumnya tidak sebanyak ini. Bahkan tidak ada dari alumni putri yang hadir dan mengikuti ajian. Tapi, alhamdulillah, pertemuan hari ini di Pragaan banyak alumni yang hadir, termasuk alumni putri”, ungkap beliau. Dari banyaknya alumni yang hadir menandakan bahwa alumni, utamanya yang berasal dari Pragaan, sangat antusias terhadap kegiatan “Ngaji Kitab” ini.
Program “Ngaji Kitab” kemarin sangat spesial dan menarik. Sebab, dihadiri oleh alumni senior yang pernah mendapatkan pendidikan secara langsung oleh KH. Abdullah Sajjad. Namanya adalah KH. Mannan berusia 72 tahun dan H. Imam berusia 65 tahun. Keduanya sama-sama berasal dari Pragaan. Beliau berdua mondok pada saat Alm. KH. Abdullah Sajjad menjadi Pengasuh di PPA. Latee. Keduanya pernah berjuang bersama KH. Sajjad dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan para komunis di daerah Guluk-Guluk dan sekitarnya. . Pengasuh mengapresiasi kehadiran dua santri senior itu dengan menghaturkan KH. Mannan untuk memimpin tawasul.
Pengasuh sangat mengapresiasi terhadap inisiatif para alumni untuk mengadakan “Ngaji Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jamaah” karya Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Pasalnya, kitab ini menjadi urgen untuk dipelajari dan dikaji pada zaman atau era di mana Islam sudah terkotak-kotak kan oleh sekte atau aliran. Pengajian ini dalam rangka dan upaya untuk memantapkan keyakinan para alumni terhadap Ahlus Sunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, sebagaimana menjadi pegangan KH. Abdullah Sajjad dan KH. Ahmad Basyir AS. Bagi alumni, sangat benar apabila mengikuti jejak KH. Abdullah Sajjad dan KH. Ahmad Basyir AS mengabdi di Nahdlatul Ulama. “Karena, sampai wafatnya KH. Ahmad Basyir AS berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama. Terakhir beliau menjadi Rais Syuriah PCNU Sumenep dan menjadi A’wan di PBNU” tutur beliau kepada alumni.
Seperti pada pertemuan“Ngaji Kitab” sebelumnya, Pengasuh yang saat ini menjabat sebagai Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu berpesan kepada alumni agar tetap menjaga kesantrian dan akhlaqnya. Beliau mengatakan “meskipun sudah berhenti mondok bukan berarti berhenti menjadi santri. Tidak ada istilah mantan santri. Yang benar adalah Santri yang menjadi alumni”. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang santri mengamalkan akhlaq dan perilaku budi luhur yang telah diajarkan di pesantren. Selalu mengedepankan yang lebih sepuh atau senior dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Kiai A’la juga berpesan kepada alumni agar berhati-hati dan waspada terhadap pesan yang mengatasnamakan Pengasuh dan keluarga dhalem. Karena, akhir-akhir ini ada beberapa pesan dari orang tidak dikenal yang mengatasnamakan pengasuh dengan modus mau pinjam uang. “Jika ada waktu dan kesempatan, lebih baik tabayun atau klarifikasi dulu dengan sowan kepada pengasuh. Baik ke K. M. Ainul Yaqin atau keluarga dhalem yang lain” tutur beliau usai Ngaji Kitab selesai. (Ikhwan Fajarisman)