Latee II- Acara Pekan Cendekia Pondok Pesantren Annuqayah Latee II yang berlangsung selama sepekan tidak hanya dimeriahkan dengan lomba-lomba menarik. Pelatihan-pelatihan dan penyuluhan kesehatan juga turut memeriahkan acara tersebut. Mulai dari pelatihan membatik, tata rias, dan penyuluhan kesehatan reproduksi wanita khususnya remaja. Pelatihan membatik dan penyuluhan kesehatan dilaksanakan dalam satu waktu, yakni pada Jumat (14/01), akan tetapi berbeda lokasi pelaksanaan. Sementara Pelatihan Tata Rias dilaksanakan pada Jumat seminggu setelahnya (21/01). Peserta ketiga kegiatan ini ialah utusan dari setiap rayon, akan tetapi diperbolehkan pula secara bebas ikut serta asalkan mendaftarkan diri pada panitia.

            Penyuluhan kesehatan dimulai pukul 09:00 WIB di Musala bangunan baru PP. Annuqayah Latee II. Dr. Fita Rabianti selaku pemateri memaparkan dengan lugas tentang pentingnya kesehatan reproduksi bagi wanita. Mulai dari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dengan cara yang benar sejak dini, cara mengenali masalah dan mengatasinya. “Penjelasannya rinci banget dan jelas, apalagi ada gambar-gambar yang di tunjukkan lewat power point, jadi kami cepat paham. Saya senang sekali karena ada penyuluhan seperti ini, kan saya dan teman-teman bisa lebih paham tentang kesehatan reproduksi,” ungkap salah satu peserta penyuluhan kesehatan saat ditanya tanggapannya setelah acara selesai.

            Ustazah Nuril Kamiliyah selaku Sei. Acara yang bertugas mendampingi dan memandu acara penyuluhan kesehatan mengaku bersyukur karena acara berjalan lancar dan kondusif. “Alhamdulillah tadi acaranya berjalan dengan sangat kondusif. Pesertanya juga aktif bertanya seputar materi yang dijelaskan dan seputar permasalahan sehari-hari yang dialami oleh para santri. Apalagi Dr. Fita tidak membatasi jumlah penanya, sehingga tadi memang ada diskusi cukup panjang dengan para peserta.”

            Sementara untuk Pelatihan Membatik dilaksanakan di halaman Peminatan Ilmu-Ilmu Keagamaan MA I Annuqayah Putri. Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengenalkan batik secara lebih mendalam kepada para santri PP. Annuqayah Latee II. Ibu Luluk Faiqotul Himmah selaku pengrajin batik dari Bluto, Sumenep diminta untuk membimbing langsung para santri dalam belajar membatik. Apabila dalam penyuluhan kesehatan acaranya berjalan lancar, dalam pelatihan membatik yang menghabiskan waktu hingga sehari penuh ini memiliki beberapa kendala kecil. Salah satu kendalanya adalah jumlah canting yang terbatas.

            “Enggak apa-apa ya dik, gantian cantingnya. Sebenarnya saya sudah pesan (canting) ke Pamekasan, namun ternyata pengirimannya tidak sesuai dengan jadwal pelatihan membatik di Latee II,” tutur ibu Luluk faiqotul Himmah yang juga turut menyediakan beberapa peralatan yang biasa digunakan dalam membatik. Pelatihan membatik ini dimulai sejak pukul 08:00 sampai dengan 17:00 WIB. Minimnya jumlah canting membuat para peserta menggunakannya secara bergilir, sehingga proses menunggu tersebut memakan waktu yang cukup lama. Sri Idaman Khatimah, salah satu peserta pelatihan membatik, mengaku menunggu antrian hingga 2 jam dan tetap belum mendapatkan giliran. Hal ini dikarenakan para peserta lainnya juga masih sama-sama belajar untuk membatik dengan Malan, apalagi hingga selesai satu kain perorangan.

            Kendala tersebut membuat beberapa peserta pelatihan memilih untuk tidak mewarnai batik yang telah dilukis dengan Malan, baik dengan alasan waktu yang telah sore ataupun dikunjungi. Sebagai jalan tengah, akhirnya peserta yang tidak sempat mewarnai batiknya pun diperbolehkan mewarnai di kemudian hari dengan dibimbing oleh pengurus Divisi Pengembangan Bakat dan Keterampilan (DPBK) P2AL II. Akan tetapi meski begitu, kendala kecil tersebut tidak berarti sama sekali jika dibandingkan dengan bimbingan pemateri yang sangat telaten dan detail. Panitia mengaku puas dengan pelatihan ini karena melihat para peserta yang juga antusias dalam menerima ilmu baru seputar membatik, meski hingga seharian.

            Untuk Pelatihan Tata Rias dilaksanakan di ruang kelas XII IIK MA I Annuqayah Putri mulai pukul 09:00 – 13:00 WIB. Pelatihan ini terbilang sukses dan berhasil memuaskan para peserta. Siti Qomariyah atau yang biasa disebut dengan Ria Arsinda, seorang MUA dari Kabupaten Sampang, didapuk sebagai pemateri sekaligus pembimbing para santri dalam pelatihan ini. Sama dengan ketika acara penyuluhan kesehatan dan Pelatihan Membatik, pemateri tata rias pengantin dalam acara ini juga sangat telaten membimbing para peserta. Bahkan Ibu Ria Arsinda juga tidak segan-segan untuk menghampiri para peserta satu persatu untuk mengoreksi atau memberikan masukan. Make up flawles dan elegan tapi low budget dipilih sebagai model make up yang akan dipelajari bersama. “Make up flawles dan elegan tapi low budget itu ya make up yang glow dan flawles, tapi tentunya dengan biaya yang bisa dikatakan sedikit karena peralatan yang digunakan juga tidak ribet-ribet amat,” jelas pemateri.

            Dalam Pelatihan Tata Rias ini peserta diajak untuk langsung praktik sambil lalu dijelaskan tata cara dan fungsinya oleh pemateri. Selain itu, dalam pelatihan ini peserta juga dikenalkan dengan teknik make up dengan membakar foundation. “Teknik membakar foundation ini dapat membuat make up itu awet,  Mbak. Lebih tahan lama daripada tidak dibakar. Kalau tidak punya alat seperti milik saya ini,  nggak apa-apa nanti gantian. Atau kalau nggak pakai sendok atau kaca juga nggak papa,” jelas ibu Ria Arsinda dalam memaparkan fungsi dan tata cara teknik bakar foundation. Di akhir acara ini pemateri juga memilih The Best Make Up di antara seluruh peserta. The Best Make Up kali ini ialah Rayon As-Shafie dengan saudari Wasilatur Rahmah sebagai perias.  (MY/ZA)

Pelatihan Membatik, Tata Rias, dan Penyuluhan Kesehatan dalam Pekan Cendekia PP. Annuqayah Latee II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *