Latee-Madrasah Diniyah Annuqayah Latee mengadakan acaraHaflatul Imtihan li-Nishfis Sanatil Awalpada Kamis (20/01/2022) di Musala Latee pada 20:00 WIB. Kegiatan yang dikemas dengan acara seremonial tersebut dihadiri langsung oleh Dewan Pengasuh PPA. Latee di antaranya; K. M. Ainul Yaqin, KH. A. Hanif Hasan dan KH. Moh. Musthafa Erfan. Agenda yang biasa diselenggarakan setiap paruh semester tersebut memang dilaksanakan agak molor dari waktu biasanya. “Acara tadi malam memang agak molor dari skedul awal, seharusnya sudah setengah bulan sebelumnya, namun kendalanya ada sebagian besar dari guru kelas kalong belum menyelesaikan nilai untuk rapot. Tapi kendala paling utama terdapat beberapa guru yang belum menyetor walaupun pemberian rapor sudah H-7, itu membuat kami mengundur acara tengah tahunan ini karena memang acara ini adalah pemberian rapor dan ranking kelas berdasarkan nilai yang ada.” Tukas Ustaz Affan Ibnu Khalid Yang merupakan Kabag. Administrasi Madal.
Dalam acara itu, KH.Musthafa Erfan Lc. berdawuh kepada santri agar para santri bisa menempatkan ujian sebagai menguji cara belajar para murid. “Ujian itu diadakan untuk belajar bukan malah belajar untuk ujian. Ujian itu adalah alat untuk meraih tujuan dalam pendidikan.” Kiai Musthafa juga menambakan bahwa kemuliaan yang paling tinggi adalah kemuliaan di sisi Allah. Salah satu penyebanya adalah dengan belajar. “jika sungguh-sungguh dalam belajar Insyaallah akan mudah menghadapi ujian-ujian di luar Madarasah Diniyah”, imbuh beliau.
Ustaz Moh. Mansur selaku kepala Madal mengatakan bahwa tujuan diadakannya Haflah tersebut adalah untuk memberikan gambaran kepada siswa Madal terkait sejauh mana tingkat kemampuannya dalam jangka waktu setengah tahun, selain itu pemberian ranking juga bisa menjadi pemacu semangat untuk terus belajar dan berproses di Madrasah Diniah. Selain itu Ustaz Mansur juga menyinggung sedikit tentang kemampuan santri dalam memahami kitab kuning. “yang bisa saya tangkap dari dawuhnya pengasuh kemarin, mau tidak mau murid Madal harus bisa membaca kitab kuning, setidaknya itu yang kami tekankan, karena memang tujuan dari Madrasah Diniah itu ada dua, yakni kemampuan dalam menulis arab dan membaca kitab kuning.” Ujarnya.
Walaupun acara tersebut sukses terlaksana namun terdapat beberapa murid malah sedih karena rapor yang masih belum mereka terima. “Saya memang belum mendapatkan rapor Madrasah Diniah karena tidak menyelesaikan hafalan, sedih sih, tapi saya berusaha untuk tegar menghadapi nasib, semoga barokah saja, memang saya tidak meghafalkan karena kendala yang dapat dibenarkan oleh keadaan walaupun tidak dibenarkan oleh Madal.” Pungkas Mamang, ia lantas tertawa. (Alif)