Latee II- Setelah melewati serangkaian lomba yang berlangsung selama dua hari, Pondok Pesantren Annuqayah Latee II pun melaksanakan penutupan Peringatan Hari Santri Nasional & Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin malam (25/10) di halaman MA I Annuqayah Putri. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini bertemakan “Napak Tilas Rasul Menuju Santri Unggul”.
Tema tersebut bermaksud untuk mengingatkan bahwa sudah seharusnya santri mengikuti jejak Rasulullah baik dari segi perkataan maupun perbuatan. Jika Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah, maka seorang santri juga hijrah dari rumah meninggalkan seluruh kenyamanan menuju pesantren yang penuh dengan pelajaran tentang kehidupan. Dalam acara ini juga diadakan launching taplak meja dari batik hasil kreasi para santri, sebagaimana disampaikan dalam sambutan Ustazah Aminatul Kamilia selaku ketua pengurus PP. Annuqayah Latee II.
Sambutan perwakilan Dewan Pengasuh disampaikan oleh K. M. Hazmi Basyir. Beliau memberikan hadiah bagi para santri yang bisa menjawab kapan tahun ditetapkan dan siapa orang yang menetapkan Hari Santri Nasional. Hal ini disambut antusias oleh para santri karena hadiahnya diberikan langsung oleh K. M. Hazmi Basyir. Dalam penutupan sambutan beliau juga membacakan lima pantun berbahasa Madura tentang santri yang mendapat tepuk tangan riuh dari para santri PP. Annuqayah Latee II.
Lima pantun beruntun sarat akan nasehat bijak tersebut berbunyi: A massa’ Mie lengkap ben Sotona/ Benni K. Hazmi mon tadha’ pantunna. Melle batre ka Purbalingga/ Ambu kon kanca molong Karaeh/ Dhaddi santre kodhu bangga/ Ekapolong Nyiai Kiaeh. Ta’ usa majhar ollena nemmo/ Etambe Kadungdung se enga’ Helm/ Ngajhi ban ajhar jhalana elmo/ Banne pas tedung makompol Pellem. Melle Rante kole’en pote ecampor Tajhin arassa Jhamo/ Dhaddi santre Annuqayah Latee/ Kodhu rajin nyare elmo. Akherra eghuring ecampor Tettel/ Etambei Sasa ecampor Ko’ Dhuk-Dhuk/ Ecapo’ Koreng ban Tel-ghatel/ Tak usa sossa panyaketta reng mondhuk.
Setelah prakata panitia dan sambutan-sambutan, acara berlanjut pada ceramah keagamaan yang disampaikan oleh K. Izzul Muttaqien. Dalam ceramah tersebut beliau membahas tentang pembagian keharusan dan ketidakharusan move on, yang berkaitan dengan cinta kepada Rasulullah. Ketika seseorang benar-benar cinta, maka harus ada tindakan nyata sebagai pembuktian rasa cinta tersebut dengan cara mengikuti napak tilas Rasulullah SAW. Jika tidak ada tindakan nyata sebagai pembuktian rasa cinta, maka sudah seharusnya rasa cinta tersebut diragukan kebenarannya. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pembagian pemenang gebyar lomba Peringatan Hari Santri Nasional & Maulid Nabi Muhammad SAW yang berakhir pada pukul 23:30 WIB. (Zyn)