Acara demi acara pada Festival Hari Santri PPA. Latee terus berlanjut. kali ini panitia mengadakan Pameran Lukis, Tanaman Indah dan Hasta Karyayang berlokasi di Posko Kunjungan Santri. Dengan konsep yang juga baru, acara yang akan dilaksanakan selama 5 malam ini mendapat banyak apresiasi terutama dari kalangan santri penikmat pameran lukis. Robert yang merupakan pengunjung sangat tertarik dengan konsep pameran di FHSN kali ini “pameran disini adalah pameran yang sangat luar biasa waw, yang ada di dinding atau lukisan-lukisan tidak kalah keren dari pameran di luar pesantren, ada karya seni, lukisan, dan karya yang lain yang semakin memperkaya koleksi pameran. ” ujarnya.

            Ach. Fajrul Azri Hidayat selaku salah satu panitia FHSN 21 kali ini mengatakan bahwa salah satu tujuan pameran lukis kali ini adalah selain promosi juga untuk semakin mengasah teman-teman pelukis di Latee. Menurut Fuad Hasan Mubarok, santri lainnya, mengatakan bahwa lukisan pada pameran lukis tersebut membutuhkan 15 hari untuk hasil yang sempurna. “lukisan selama setengah bulan lebih telah selesai. Ini berasal dari santri.” anggota sanggar SaKSI ini menambahkan bahwa untuk kali ini tema pameran adalah Masayikh Annuqayah. Nur Aksa Maulana, salah satu penyumbang karya dalam pameran lukis mengatakan bahwa dia sudah terbiasa dalam melukis. Namun, wadah melukis masih belum berjalan dengan optimal.

            Pameran pada FHSN juga mendapat apresiasi dari alumni yang juga pernah menyumbangkan karya lukisan. Moh Mukhoffif menyatakan bahwa hari ini pameran lukis sangat berkembang dengan baik “Lukisan pada acara ini sudah meningkat pesat lebih maju.” tutur Alumni sanggar SaKSI ini. Moh. Addul Wasik sebagai pengurus Departemen Publikasi, Organisasi, dan Seni (Porseni) sangat mengapresiasi terhadap pameran lukis yang secara konsisten ada pada setiap hari santri.  “Untuk kali ini pameran lukis sangat waw lah dari pada sebelumnya. kami sudah berkolaborasi dengan sanggar SaKSI mengenai konsep dan konten. Harapan dari saya pribadi pameran ini tidak hanya ada satu tahun sekali, baik di bidang kaligrafi, lukis, dan lainnya lukis seharusnya mendarah daging di pondok kita. Selanjutnya, teman-teman pelukis nantinya tidak hanya bisa melukis wajah saja namun seluruh tubuh.” terakhir Wasik menyarankan dalam menjalankan kreatifitas tidak harus melupakan tujuan di pesantren yakni belajar ilmu agama.

            Di lokasi terpisah, pada waktu yang sama Kegiatan Ruqyah Massal di Musala Latee bagian atas. Pengurus pesantren bekerja sama dengan PAC KBRA Guluk-Guluk untuk membimbing santri yang akan di Ruqyah. Ustaz Zainal Arifin, sebagai Koordinator Departemen Olahraga dan Kesehatan  mengatakan bahwa Ruqyah Massal bertujuan untuk memperoleh kesehatan lahir dan batin. “Santri yang ikut Ruqyah Aswaja akan aktif dalam kegiatan kepesantren, kenceng alakoh kebegusen itu kalau sehat rohani. kalau sehat jasmani santri akan semangat dalam belajar karena badanya sehat.” ujarnya. Dengan mengikuti Ruqyah Massal, para santri diharapkan menjadi pribadi yang lebih religius, sopan dan sesuai dengan keinginan pesantren. Terdapat praktisi yang dari luar pesantren yakni pengurus KBRA sendiri, Alumni, atau dari santri aktif yang pernah mengikuti pelatihan Ruqyah.

            Ada hal yang unik di lokasi Ruqyah Massal. Terdapat santri yang sudah bertindak diluar kebiasaan setelah ayat Ruqyah dibacakan. Zainuddin yang merupakan praktisi yang masih berstatus santri mengatakan hingga saat berita ini ditulis sudah ada beberapa reaksi dari santri yang mengikuti Ruqyah Aswaja. “Ada satu santri kesurupan, beberapa yang muntah-muntah, berkeringat, gemetar dan berkencing.” pungkasnya. Kondisi santri yang demikian adalah hal biasa terjadi pada kegiatan Ruqyah Massal karena energi negatif yang keluar dari dalam tubuh. Tambah Zainuddin. (Alif N.)

Malam ke-3 FHSN 21, Panitia Adakan Ruqyah Massal dan Pameran Lukis, Tanaman Indah dan Hasta Karya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *